Rabu, 17 Juni 2009

Kotak Ajaib Untuk Peresapan Air

Banyak teknologi dan bahan yang bisa dipergunakan untuk membuat resapan didalam tanah, salah satunya adalah kotak resapan berlubang berbahan HDPE (High Density Polyethylene)

Menyelamatkan lingkungan bisa dilakukan dari segala lini. Salah satu usaha penyelamatan lingkungan adalah membuat sumur resapan di dalam tanah. Mungkin dari anda masih ingat dengan SK Gubernur No.68 tahun2005 tentang Pembuatan Sumur Resapan. Inti utama pembuatan sumur resapan adalah membuat tempat untuk menampung limpahan air dari permukaan tanah dan diresapkan ke dalam tanah untuk menambah volume air tanah. Imbauan untuk membuat sumur resapan ini berlaku juga bagi bangunan yang sudah terlanjur berdiri.

Banyak metode dan bahan yang bisa digunakan untuk membuat sumur resapan didalam tanah. Cara sederhananya adalah dengan membuat galian lalu disekeliling galian diberi buis beton. Selain cara sederhana ada teknologi sumur resapan yang lain, salah satunya adalah kotak resapan dari bahan HDPE (High Density Polyethylene)

Disebut kotak resapan karena bentuknya berupa panel kota dengan lubang pori yang besar. Teknologi ini berkembang di beberapa negara. Meski di Indonesia masih baru teknologi ini sudah bisa ditemui, salah satunya adalah Graf Percolation Bloc 300 yang dibawa dari Kanada.

Menurut Ir. Eddy Mahadi, (Product Manager PT. Atap Teduh Lestari - Agen tunggal Graf di Indonesia), kotak resapan ini bisa diaplikasikan pada beragam kondisi dan tempat. Di area rumah tinggal, lingkungan perumahan, hingga lingkungan pabrik bisa mengaplkasikan teknologi resapan agar air permukaan dan air hujan bisa tertampung.

Tergantung Volume Air Hujan
Ada dua model kotak resapan HDPE. Pembedanya berdasarkan pemakaiannya, apakah untuk beban ringan atau beban berat. kategori yang dimaksud ini adalah beban yang akan ada di atasnya. Untuk model beban ringan, bobot maksimal yang bisa disangga adalah 4-7.5 ton/m2. Sedangkan model beban berat, bobot maksimalnya adalah 8-10 ton/m2.

Meski modelnya ada dua, keduanya memiliki dimensi yang sama. Dengan dimensi panjang 1200 mm, lebar 600 mm, dan tinggi 420 mm, satu kotak resapan ini dapat menampung sekitar 300 liter.

Untuk menghitung kebutuhan jumlah kotak resapan, maka harus dihitung terlebih dahulu berapa volume air yang akan mengalir. Volume ini bisa dilihat dari curah hujan dan beberapa luasan tangkapan air hujannya.

Dibungkus Lapisan Geotextile
Pemasangan kotak resapan ini tergolong mudah. Anda harus membuat galian seluas kotak yang dibutuhkan. Setelah itu letakkan kotak tersebut dengan lembaran geotextile. Lembaran ini berfungsi agar air di dalam kotak tidak bercampur denga tanah.

Untuk pemasangannya anda bisa menumpuk 2-4 kotak dalam satu titik. Dengan berat sendiri kotak sekitar 15 Kg, tumpukan ini diharapka tidak terjadi lendutan pada kotak yang ada di tumpukan paling bawah.

Karena tergolong teknologi yang relatif agak mahal, sangat disarankan teknologi ini diaplikasikan pada kawasan yang memerlukan kolam resapan sebagai tempat penampunga air yang lahannya terbatas, baik kawasan perumahan maupun kawasan industri.

Sumber : Tabloid Rumah
Edisi 29 April - 12 Mei 2008 135 - VI
By. Al. Anindito Pratomo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar